TfCoBUA5GUO9GUA5BUM7TSAp
Anda cari apa?

Labels

Sejak Kelas XI, Siswa SMK TJP Tuban Layani Servis Motor Teman Sekolah

Siswa SMK TJP Tuban Ali Masyfu’ membuka jasa servis motor di sekolah untuk membantu biaya SPP dan memanfaatkan waktu luang.

Ali Masyfu', sosok siswa SMK TJP yang membuka jasa servis motor teman sekolahnya. Dalam foto, ia terlihat sedang melakukan servis pada bagian continuously variable transmission (CVT) sebuah sepeda motor temannya, Kamis (8/10/2026)

SEMARANG, BABAD.ID | Stori Loka Jawa
– Ali Masyfu’, siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Taruna Jaya Prawira (TJP) Tuban, membuka jasa servis sepeda motor bagi teman-teman sekolahnya sejak kelas XI semester 2. Kegiatan tersebut dilakukan setelah ia menyelesaikan praktik kerja lapangan (PKL) selama enam bulan dan menjadi salah satu caranya memanfaatkan waktu luang sekaligus membantu orang tua membayar biaya pendidikan.

Ali mengatakan, pengalaman selama PKL membuatnya lebih percaya diri untuk mulai menawarkan jasa servis kepada teman-teman sekolah. Sebelumnya, ia mengaku masih ragu karena belum memiliki pengalaman yang cukup.

“Saya baru berani membuka jasa servis motor di sekolah setelah selesai PKL, karena saya ingin mencari pengalaman terlebih dahulu di tempat PKL. Saya juga merasa baru bisa dipercaya oleh teman-teman sekolah untuk menyervis motor setelah mendapatkan pengalaman langsung. Sebelum PKL, sebenarnya saya juga takut menawarkan jasa servis karena khawatir terjadi masalah pada motor pelanggan. Saat itu saya belum memiliki cukup pengalaman,” ujar Ali.

Jasa servis tersebut juga dijalankan untuk membantu meringankan beban orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan sekolah. Ali menyebut biaya SPP menjadi salah satu alasan ia memanfaatkan keterampilan otomotif yang dimilikinya.

“Sekalian membantu orang tua membayar SPP, karena TJP merupakan SMK swasta sehingga setiap bulan ada biaya SPP yang harus dibayarkan,” katanya.

Dalam menjalankan jasa servis, Ali menyesuaikan pekerjaannya dengan kegiatan belajar di sekolah. Ia memanfaatkan waktu istirahat dan jam kosong agar aktivitas tersebut tidak mengganggu pembelajaran. Selain itu, sistem pembelajaran di SMK TJP yang terbagi menjadi dua sif memberi ruang waktu bagi Ali untuk menerima pelanggan.

“Saya harus pintar memanfaatkan waktu istirahat dan jam kosong. Selain itu, di TJP sistem masuknya dibagi menjadi dua sif, yaitu sif 1 mulai pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB dan sif 2 mulai pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB. Jadi, masih ada waktu luang untuk melakukan servis. Kalau ada yang servis, saya bisa seharian berada di sekolah. Saya juga selalu membawa baju ganti,” kata Ali.

Jenis layanan yang paling sering diterimanya adalah penggantian oli. Selain itu, Ali juga sering diminta memeriksa kondisi kendaraan dan menangani berbagai komponen, seperti kampas rem, filter oli, fuel pump, injektor, air filter, ban, busi, dan lain sebagainya.

Ali mengatakan, setiap penggantian komponen dilakukan setelah mendapat persetujuan pemilik kendaraan. Ia juga terlebih dahulu menyampaikan perkiraan biaya, terutama karena sebagian besar pelanggannya merupakan siswa sekolah.

“Yang paling sering adalah mengganti oli. Selain itu, biasanya teman-teman meminta saya mengecek kondisi motor secara keseluruhan. Kalau ada komponen yang perlu diganti, seperti kampas rem, filter oli, fuel pump, injektor, air filter, ban, busi, dan lainnya, saya akan menggantinya. Namun, sebelum mengganti komponen, saya selalu menanyakan terlebih dahulu kepada pemilik kendaraan apakah benar-benar ingin diganti sekaligus memberikan estimasi harganya. Saya tidak berani langsung mengganti tanpa izin, apalagi pelanggannya masih anak sekolah. Biasanya harus meminta izin orang tua terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Ali menggunakan peralatan milik pribadi dan orang tua. Ia juga memanfaatkan sejumlah alat dari laboratorium sekolah setelah mendapat izin dari guru laboratorium dengan syarat alat digunakan secara bertanggung jawab.

“Sebagian alat merupakan milik saya sendiri dan sebagian milik orang tua. Untuk obeng dan kunci, saya memiliki sendiri. Namun, beberapa alat juga saya pinjam dari laboratorium sekolah. Saya sudah mendapatkan izin dari guru laboratorium, dengan syarat harus bertanggung jawab dan tidak sampai menghilangkan alat,” kata Ali.

Saat wawancara berlangsung, Kamis (8/10/2026), Ali terlihat sedang melakukan servis pada bagian continuously variable transmission (CVT) sebuah sepeda motor. Ia menjelaskan bahwa salah satu komponen yang diperiksa adalah vanbelt yang dapat mengalami kerusakan atau putus akibat beban kerja berat, usia pemakaian, serta penumpukan residu dan kotoran.

“Saya sedang menyervis bagian CVT. Biasanya masalahnya berasal dari vanbelt yang mulai rusak atau sudah tidak layak digunakan. Vanbelt bisa rusak atau putus karena beban kerja yang terlalu berat, usia pemakaian, atau penumpukan residu dan kotoran yang dapat menyebabkan vanbelt mengalami selip,” jelasnya.

Dengan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran di jurusan TKRO dan pengalaman PKL, Ali menjalankan jasa servis tersebut di sela-sela aktivitas sekolah. Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan keterampilan vokasional yang dimilikinya untuk memperoleh penghasilan tambahan dan membantu kebutuhan pendidikan.

0Komentar

Tambahkan komentar
© Copyright - berita.babad.id

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • 085875035147
  • redaksibabad.id@gmail.com