SEMARANG, BABAD.ID – Marwa Mufidatunnaura atau yang akrab disapa Naura merupakan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang memiliki cara tersendiri dalam mengembangkan kreativitas sekaligus menentukan arah masa depannya. Berasal dari Mijen, Kota Semarang, Naura dikenal melalui ketertarikannya pada dunia visual, teknologi, hingga keterampilan menjahit yang ia tekuni sebagai hobi.
Lahir dan besar di kawasan Mijen membuat Naura cukup dekat dengan berbagai hal yang menjadi bagian dari lingkungan tempat tinggalnya. Salah satu tempat yang menurutnya menarik adalah Soto Sawah, tempat makan yang tidak hanya menawarkan hidangan soto, tetapi juga suasana persawahan sebagai daya tariknya.
Keberadaan area persawahan yang masih dapat ditemukan di kawasan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Suasana makan dapat dinikmati sembari melihat hamparan sawah dan berbagai hewan seperti sapi dan kerbau. Tempat tersebut juga menyediakan kolam keceh yang dapat menjadi pilihan aktivitas bagi anak-anak.
Bagi Naura, cerita tentang Mijen tidak berhenti pada tempat-tempat yang ada di sekitarnya. Ia juga memiliki sisi kreatif yang berkembang melalui aktivitas sederhana, salah satunya menjahit.
Ketertarikannya pada kegiatan menjahit berawal dari lingkungan keluarga. Sang ibu yang memiliki ketertarikan pada kegiatan tersebut membuat Naura sejak kecil akrab dengan mesin jahit. Dari sekadar mencoba, kegiatan itu kemudian berkembang menjadi salah satu hobi yang masih ia lakukan hingga sekarang.
Naura bahkan pernah membuat dan menjual scrunchie ketika masih duduk di sekolah dasar. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bentuk awal bagaimana ia menyalurkan kreativitas melalui keterampilan yang dipelajarinya secara mandiri.
Hingga kini, menjahit tetap menjadi kegiatan yang ia lakukan untuk mengisi waktu luang. Ketika menemukan pakaian thrift yang ingin diubah, misalnya, Naura memilih untuk memodifikasinya sendiri. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kreativitas baginya tidak selalu harus hadir dalam bentuk proyek besar, tetapi dapat tumbuh dari aktivitas sehari-hari yang memberikan kesenangan.
Menariknya, Naura mampu menempatkan hobinya dan pendidikan sebagai dua hal yang memiliki fungsi berbeda. Menjahit menjadi ruang baginya untuk bereksplorasi dan menikmati proses kreatif, sementara pendidikan menjadi bagian dari pertimbangan yang lebih serius dalam menentukan masa depan.
Sebelum menjadi mahasiswa UNNES, Naura menempuh pendidikan di SMK dengan jurusan Animasi. Latar belakang tersebut membuatnya telah memiliki pengalaman dengan dunia visual dan teknologi. Ketika memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia mempertimbangkan bagaimana bidang yang dipilihnya dapat tetap memiliki keterkaitan dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.
Pilihan tersebut kemudian membawanya ke bidang Teknologi Pendidikan. Bagi Naura, keputusan tersebut menjadi cara untuk menjaga kesinambungan antara pendidikan sebelumnya dengan bidang yang sedang ia tekuni saat ini. Ia tidak memilih bidang hanya karena mengikuti minat sesaat, tetapi mempertimbangkan bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang telah dimilikinya dapat tetap digunakan dan dikembangkan.
Bagi Naura, menjahit adalah wadah kebahagiaan murni untuk mengisi waktu luang, sedangkan pendidikan formal adalah jalur profesional yang ia tempuh secara matang dan penuh pertimbangan. Pemisahan tersebut memperlihatkan bagaimana ia mampu menempatkan hobi sebagai ruang kesenangan sekaligus memandang pendidikan sebagai bagian penting dalam membangun masa depan.
Cara Naura menentukan pilihan pendidikan memperlihatkan karakter yang cukup kuat dalam dirinya. Ia memiliki sisi kreatif melalui animasi dan menjahit, tetapi kreativitas tersebut berjalan berdampingan dengan pertimbangan yang rasional ketika menentukan arah akademiknya.
Di sisi lain, hobinya menunjukkan bahwa Naura tetap memberikan ruang bagi dirinya untuk melakukan sesuatu semata-mata karena menyukainya. Menjahit tidak harus selalu diarahkan menjadi profesi. Baginya, kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk kesenangan sekaligus ruang untuk mempertahankan kreativitas di tengah aktivitas sebagai mahasiswa.
Perpaduan antara kreativitas, pertimbangan yang rasional, dan kemampuan melihat kesinambungan masa depan membuat perjalanan Naura menarik untuk diperhatikan. Dari Mijen, ia membawa pengalaman dan kebiasaan yang kemudian berkembang menjadi bagian dari dirinya sebagai mahasiswa Universitas Negeri Semarang.
Naura menunjukkan bahwa menentukan masa depan tidak selalu berarti meninggalkan hal-hal yang disukai. Pendidikan dapat menjadi jalan untuk membangun arah profesional, sementara hobi tetap menjadi ruang untuk berekspresi dan menemukan kesenangan. Keduanya dapat berjalan berdampingan selama seseorang mampu memahami tujuan dan menempatkan setiap pilihannya dengan tepat.
