![]() |
Foto Cholifah (mengalungkan kamera)
|
Ketertarikan Cholifah bergabung dengan Genre Kota Semarang berawal dari kepeduliannya terhadap berbagai persoalan remaja yang terjadi di lingkungan masyarakat. Baginya, remaja merupakan generasi yang memiliki peran penting dalam masa depan, sehingga membutuhkan ruang untuk mendapatkan edukasi, pendampingan, dan informasi yang tepat.
"Awalnya saya tertarik bergabung karena ingin mengetahui lebih dalam mengenai isu-isu remaja yang terjadi, sekaligus ingin mengembangkan diri dan memberikan kontribusi melalui organisasi," ujar Cholifah.
Dalam Genre Kota Semarang, Cholifah dipercaya sebagai staf Media dan Informasi dengan tanggung jawab mendokumentasikan berbagai kegiatan serta menyampaikan informasi melalui media sosial. Perannya tidak hanya sebatas mengambil foto dan video, tetapi juga memastikan setiap kegiatan dapat dikemas menjadi informasi yang menarik, kreatif, dan tetap sesuai dengan nilai edukasi yang ingin disampaikan.
Melalui perannya tersebut, Cholifah mengembangkan berbagai kemampuan, mulai dari manajemen media sosial, komunikasi, kerja sama tim, hingga keterampilan dalam mengelola konten digital. Ia juga belajar bagaimana menyampaikan sebuah pesan kepada masyarakat melalui media secara efektif dan bertanggung jawab.
Berbagai kegiatan yang diikutinya memberikan kesempatan bagi Cholifah untuk melihat secara langsung kondisi remaja di Kota Semarang. Melalui program sosialisasi di sekolah maupun kegiatan edukasi lainnya, ia terlibat dalam penyampaian informasi terkait isu remaja seperti gizi, kesehatan reproduksi, narkotika, kenakalan remaja, hingga pernikahan dini.
Menurut Cholifah, pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bahwa setiap remaja memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, edukasi yang diberikan kepada remaja perlu dikemas dengan cara yang dekat, mudah dipahami, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika dipercaya menjadi bagian dari tim dokumentasi dalam kegiatan audiensi Genre Kota Semarang bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terkait program kerja organisasi. Melalui kesempatan tersebut, Cholifah tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam mendokumentasikan kegiatan formal, tetapi juga melihat bagaimana kolaborasi antara organisasi remaja dan pemerintah dapat menjadi langkah untuk memahami serta menjawab kebutuhan generasi muda.
Selain mendapatkan pengalaman di bidang media, perjalanan berorganisasi juga memberikan tantangan bagi Cholifah. Salah satunya ketika ia secara tiba-tiba dipercaya menjadi FOH (Front of House) dalam acara Final Duta Genre, meskipun sebelumnya belum memiliki pengalaman dalam posisi tersebut. Dengan keterbatasan anggota yang tersedia, ia belajar beradaptasi, memahami tanggung jawab baru, dan menyelesaikan tugas yang diberikan.
Di tengah kesibukan kuliah dan organisasi, Cholifah berusaha menjaga keseimbangan dengan mengatur waktu secara terencana. Ia memprioritaskan penyelesaian tugas akademik pada hari kerja, sementara kegiatan organisasi yang umumnya berlangsung pada akhir pekan tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Bagi Cholifah, pengalaman di Genre Kota Semarang menjadi proses pembelajaran yang berharga. Organisasi tersebut tidak hanya membantunya meningkatkan keterampilan di bidang media, tetapi juga memperluas relasi, meningkatkan kepercayaan diri, serta memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai kehidupan dan permasalahan remaja di masyarakat.
Ke depan, Cholifah berharap Genre Kota Semarang dapat terus berkembang dan menghadirkan berbagai inovasi yang semakin relevan dengan kebutuhan remaja. Ia juga berharap dapat terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan menggunakan ilmu Teknologi Pendidikan untuk menciptakan media edukasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
