| Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mendukung rencana penerbitan tiga karya komposer musik instrumental, Tony Prabowo, melalui skema Dana IndonesiaRaya. (dok Kemenbud) |
JAKARTA, BABAD.ID | Stori Loka Jawa – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mendukung upaya pelestarian dan pengarsipan musik klasik kontemporer Indonesia melalui penerbitan karya-karya komposer Indonesia dalam format piringan hitam atau vinyl.
Dukungan tersebut secara khusus ditujukan pada rencana penerbitan tiga karya komposer musik instrumental, Tony Prabowo, melalui skema Dana IndonesiaRaya.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Fadli Zon saat menerima kunjungan Tony Prabowo di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta pada 7 September 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Fadli Zon saat menerima kunjungan Tony Prabowo di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta pada 7 September 2026.
Menbud menekankan bahwa penerbitan karya ini dipandang sangat penting sebagai bagian dari upaya menjaga karya musik klasik kontemporer Indonesia agar memiliki bentuk arsip yang dapat dirawat, disimpan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Menurut Fadli Zon, sistem arsip dalam bentuk rekaman fisik piringan hitam memiliki keunggulan tersendiri dalam hal ketahanan jangka panjang jika dibandingkan format lainnya.
Menurut Fadli Zon, sistem arsip dalam bentuk rekaman fisik piringan hitam memiliki keunggulan tersendiri dalam hal ketahanan jangka panjang jika dibandingkan format lainnya.
"Arsip paling bagus adalah piring hitam karena memiliki ketahanan yang panjang apabila dirawat dengan baik," jelas Menbud.
Oleh karena itu, dukungan ini dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat keberlanjutan karya seni dan kebudayaan Indonesia.
Tony Prabowo, yang telah menjalani karier panjang sebagai komposer selama sekitar 40 tahun dan memiliki banyak karya, menjelaskan alasan pemilihan format penyimpanan fisik tersebut.
Tony Prabowo, yang telah menjalani karier panjang sebagai komposer selama sekitar 40 tahun dan memiliki banyak karya, menjelaskan alasan pemilihan format penyimpanan fisik tersebut.
"Untuk proyek yang akan direkam dan diterbitkan nantinya membutuhkan format penyimpanan yang memadai karena memiliki durasi musik yang panjang. Karena itu format vinyl menjadi pilihan yang sesuai," tuturnya.
Penerbitan tiga karya Tony Prabowo dalam satu set berisi tiga vinyl tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dokumentasi perjalanan musik klasik kontemporer Indonesia.
Penerbitan tiga karya Tony Prabowo dalam satu set berisi tiga vinyl tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dokumentasi perjalanan musik klasik kontemporer Indonesia.
Fadli Zon menambahkan bahwa karya-karya ini memegang peranan penting dalam sejarah musik nasional.
“Karya-karya tersebut merupakan bagian dari perkembangan penciptaan musik Indonesia yang direkam dan diarsipkan dengan baik,” tutup Menbud.
Sebagai informasi, Tony Prabowo dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan musik baru dan musik kontemporer di Indonesia.
Sebagai informasi, Tony Prabowo dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan musik baru dan musik kontemporer di Indonesia.
Guna mendukung visi tersebut, ia juga telah membentuk sebuah ensemble beranggotakan sekitar 16 orang yang secara khusus memainkan musik baru atau musik kontemporer.
Dalam pertemuan di Kantor Kementerian Kebudayaan tersebut, Menteri Fadli Zon didampingi oleh beberapa pejabat kementerian, yakni Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; serta Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendorong agar karya seni dan budaya Indonesia, termasuk musik klasik kontemporer, dapat terdokumentasi, dikembangkan, dimanfaatkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dalam pertemuan di Kantor Kementerian Kebudayaan tersebut, Menteri Fadli Zon didampingi oleh beberapa pejabat kementerian, yakni Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; serta Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendorong agar karya seni dan budaya Indonesia, termasuk musik klasik kontemporer, dapat terdokumentasi, dikembangkan, dimanfaatkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dukungan terhadap penerbitan karya Tony Prabowo ini menempatkan pengarsipan musik sebagai bagian integral dari upaya pemajuan kebudayaan nasional.
Penerbitan vinyl dinilai tidak hanya menghadirkan kembali karya dalam bentuk fisik, melainkan juga menjaga jejak penciptaan, perjalanan komposer, perkembangan teknologi rekaman, serta sejarah musik Indonesia.***