![]() |
| Wisuda Program Doktor ke-43, Magister ke-68, dan Sarjana ke-101 periode Agustus 2026 di Auditorium Kampus 3, Sabtu (22/8/2026). (Dok Humas) |
Ribuan lulusan tersebut kini didorong untuk menjadi pemimpin perubahan dan pembelajar sepanjang hayat di tengah masyarakat.
Berdasarkan Keputusan Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 453 Tahun 2026, total wisudawan terdiri atas 46 Doktor, 72 Magister, dan 1.898 Sarjana.
Berdasarkan Keputusan Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 453 Tahun 2026, total wisudawan terdiri atas 46 Doktor, 72 Magister, dan 1.898 Sarjana.
Prosesi dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pagi untuk fakultas FITK, FDK, FUHUM, dan Pascasarjana, serta sesi siang untuk fakultas FSH, FEBI, FISIP, FPK, dan FST.
![]() |
| Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr. H. Musahadi, M.Ag. saat wisuda, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Dok Humas) |
Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr. H. Musahadi, M.Ag. dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda merupakan gerbang menuju babak baru kehidupan, bukan sekadar seremoni. Ia mengingatkan para lulusan mengenai tanggung jawab moral atas gelar yang telah diraih.
"Hari ini bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan pintu gerbang menuju babak baru kehidupan. Ingatlah, ijazah yang saudara genggam bukan hanya bukti otentik selesainya pendidikan tinggi, tetapi amanah untuk membawa ilmu, nilai, dan integritas ke tengah masyarakat. Jadilah manusia pembelajar sepanjang hayat yang tak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi sanggup memimpin perubahan itu," tegas Rektor.
Dari sisi capaian akademik, rerata IPK lulusan periode ini tercatat memuaskan dengan predikat Cumlaude, yaitu S3 (3,76), S2 (3,77), dan S1 (3,72). Secara akumulatif, sejak berdiri pada tahun 1970, UIN Walisongo telah mencetak total 64.528 alumni.
Selain pencapaian akademik, Rektor juga memaparkan penguatan mutu institusi. Saat ini, UIN Walisongo mengelola 55 program studi, dengan 37 prodi telah terakreditasi Unggul dan 38 prodi tengah menjalani akreditasi internasional oleh ACQUIN.
Di sela prosesi, pihak universitas menyoroti kisah perjuangan sejumlah wisudawan yang berhasil lulus di tengah keterbatasan ekonomi.
Di antaranya adalah Yuda Agustian (FITK) yang membiayai kuliah secara mandiri dengan bekerja paruh waktu, serta Nurina Zain (FDK), putri pembuat marning jagung yang kuliah melalui beasiswa KIP-Kuliah.
Kisah lain datang dari Muhammad Rizal Firdaus (FSH), pemuda asal Bangka Belitung yang menjadi sarjana pertama di keluarganya setelah orang tuanya merelakan sepeda motor untuk biaya awal kuliah. "Di balik toga yang mereka kenakan, terdapat doa, peluh orang tua, dan air mata perjuangan," ujar Rektor.
Acara ditutup dengan doa bersama dan pesan penutup dari Rektor yang berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.***
Kisah lain datang dari Muhammad Rizal Firdaus (FSH), pemuda asal Bangka Belitung yang menjadi sarjana pertama di keluarganya setelah orang tuanya merelakan sepeda motor untuk biaya awal kuliah. "Di balik toga yang mereka kenakan, terdapat doa, peluh orang tua, dan air mata perjuangan," ujar Rektor.
Acara ditutup dengan doa bersama dan pesan penutup dari Rektor yang berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.***

