Kegiatan yang berlangsung pada 4–7 Mei 2026 tersebut melibatkan 13 kepala sekolah, yang terdiri atas 10 Sekolah Dasar (SD) dan 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada penguatan kapasitas kepala sekolah dalam memanfaatkan data secara konsisten untuk merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi program sekolah secara mandiri.
Berdasarkan analisis kebutuhan awal yang dilakukan oleh tim pengabdi, ketersediaan data pendidikan saat ini belum diiringi dengan kapasitas satuan pendidikan untuk menerjemahkannya ke dalam keputusan dan perbaikan sekolah secara nyata. Dari analisis dokumen awal tersebut, ditemukan kesenjangan di mana 93 persen dokumen Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sekolah belum sesuai dengan data Rapor Pendidikan.
Ketua tim pengabdian FIPP UNNES, Prof. Dr. Purwo Susongko, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa literasi data merupakan aspek krusial dalam memperkuat kepemimpinan kepala sekolah. Menurutnya, literasi data diperlukan agar data pendidikan tidak berhenti sebagai laporan administratif belaka, melainkan dioptimalkan untuk memahami kondisi sekolah, menetapkan prioritas peningkatan mutu, serta mengevaluasi keberhasilan program yang dijalankan.
Berbeda dari pelatihan konvensional yang berfokus pada penyampaian materi, program ini menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif berbasis praktik (participatory mentoring approach). Melalui metode tersebut, kepala sekolah ditempatkan sebagai pelaku utama yang langsung mengolah data dan menghadapi persoalan nyata dari sekolah masing-masing guna mendorong transisi menuju manajemen sekolah berbasis bukti (evidence-based school management).
Pendampingan difokuskan pada tiga kompetensi utama: kemampuan membaca dan menginterpretasikan Rapor Pendidikan untuk mengidentifikasi kesenjangan, penyusunan RKJM dan RKT berbasis data melalui analisis SWOT, serta penerapan sistem monitoring dan evaluasi dengan siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA). Melalui siklus ini, perencanaan sekolah diarahkan untuk mengacu pada bukti aktual dan prioritas mutu, bukan sekadar mengulang program tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sumba Timur, Imanuel Takandjandji, S.E., memberikan dukungan kelembagaan penuh dalam pelaksanaan kolaborasi ini. Ia berharap keterlibatan 13 sekolah ini dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan sekolah melalui pemanfaatan data pendidikan yang efektif untuk mengidentifikasi kebutuhan serta memantau program perbaikan mutu.
Tim pengabdian lintas disiplin dari FIPP UNNES ini dipimpin oleh Prof. Dr. Purwo Susongko, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Siti Nuzulia, S.Psi., M.Si., Ph.D.; Dr. Tri Suminar, S.Pd., M.Pd.; Muhammad Nazil Iqdami, S.Pd., M.Ed.; Wulan Aulia Azizah, S.Pd., M.Pd.; dan Moh. Farizqo Irvan, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan partisipasi aktif mahasiswa. Tim ini memiliki keahlian di bidang evaluasi pendidikan, manajemen berbasis sekolah, psikologi, teknologi pendidikan, literasi, serta inovasi pembelajaran.
Selain memperkuat manajemen sekolah secara lokal, program kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah ini juga diarahkan sebagai kontribusi nyata terhadap pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Program ini menyasar pemenuhan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).***


