JEPARA, BABAD.ID | Stori Loka Jawa – Memperkuat kesiapan pendidik di era digital, Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Tim Program Pengabdian Masyarakat merangkul Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika SMP Kabupaten Jepara. Keduanya menggelar pelatihan intensif bertajuk "Penguatan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)" yang diikuti 64 guru informatika se-Kabupaten Jepara di Aula SMPN 5 Jepara, Selasa (11/8/2026).
Solusi Nyata Hadapi Kurikulum Koding dan AI
Ketua Tim Pengabdian UNNES, Achmad Farchan, M.Pd., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat terhadap Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang menetapkan koding dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai mata pelajaran pilihan.
Inisiatif ini mendesak dilakukan mengingat hampir 70% guru pengampu di lapangan tidak berlatar belakang pendidikan informatika murni. Melalui pelatihan ini, para pendidik yang belum tersentuh bimbingan teknis pemerintah mendapatkan akses peningkatan kompetensi secara mendalam.
"Ini adalah upaya membelajarkan bagaimana Ibu dan Bapak mengajarkan kemampuan berpikir komputasional untuk anak-anak SMP agar mereka memiliki kemampuan berpikir runut, sistematis, serta memahami sebab-akibat," ujar Achmad Farchan dalam sambutannya. Ia juga menekankan krusialnya menanamkan etika penggunaan AI sejak dini kepada siswa.
Praktik Langsung: Dari Chatbot hingga Konten Digital
Untuk memberikan pemahaman teknis yang aplikatif, pelatihan ini menghadirkan dua pakar informatika:
Abdul Arif, M.Pd.: Mengupas dasar-dasar koding dan berpikir komputasional, sekaligus membimbing guru dalam praktik pembuatan chatbot sederhana memanfaatkan platform PictoBlox.
Indra Simanungkalit, M.Pd.: Memberikan wawasan komprehensif mengenai dasar-dasar kecerdasan artifisial serta teknik pembuatan konten kreatif berbantuan alat digital seperti HeyGen.
Kepala SMPN 5 Jepara, Edy Suyanto, M.Pd., mengapresiasi penunjukan sekolahnya sebagai pusat penguatan literasi digital ini. Ia optimistis materi pelatihan dapat menjawab kegelisahan guru terkait implementasi mata pelajaran pilihan KKA.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator MGMP Informatika dan KKA, Bambang Dwi Joko, M.Pd., mengumumkan rencana pembentukan Satgas KKA untuk mengawal penyusunan materi hingga evaluasi pembelajaran.
Dorong Siswa Jadi Kreator, Bukan Sekadar Pengguna
Acara yang dibuka secara resmi oleh Pengawas Pembina Disdikpora Kabupaten Jepara, Tri Daryatni, S.Kom, M.Kom., menitikberatkan bahwa penguasaan teknologi harus berakar pada kekuatan logika.
"Algoritma pemrograman adalah dasar, apa pun perangkat lunaknya. Saya berharap pelatihan ini bukan sekadar menguasai soft programming, melainkan membangun algoritma berpikir komputasional," tegas Tri Daryatni.
Ia berpesan agar para guru tidak membiarkan peserta didik hanya menjadi konsumen teknologi. "Jangan sampai bergantung pada AI. Kita harus dorong mereka agar tumbuh menjadi seorang kreator," tambahnya.
Kegiatan yang didanai penuh oleh DPA UNNES Tahun Anggaran 2026 ini diharapkan menjadi akselerator mutu pendidikan di Kabupaten Jepara, menempatkan para guru sebagai garda terdepan transformasi digital di sekolah.***