![]() |
| Suasana di makam pendiri NU, KH Bisyri Syansuri. |
JOMBANG, BABAD.ID | Stori Loka Jawa – Pengurus Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, membuka akses ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri selama 24 jam nonstop untuk menyambut tamu Muktamar ke-35 NU.
Kebijakan ini diberlakukan guna memberikan kemudahan bagi para nahdliyin dari berbagai daerah yang ingin berziarah selama perhelatan berlangsung mulai 27 hingga 31 Agustus 2026.
Pengurus Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Ustad Ari, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan muktamar, pihak pesantren tidak menerapkan pembatasan jam kunjung khusus bagi peziarah.
Kebijakan ini serupa dengan pengaturan yang diterapkan di makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng.
“Iya untuk peziarah ke Makam KH. Bisri Syansuri dan keluarga besar Pondok Pesantren Denanyar kami tidak menerapkan jam khusus. Artinya jam kapan pun boleh untuk berziarah,” ujar Ustad Ari di Jombang, Kamis (27/8/2026).
Pada hari biasa, akses ziarah ke makam salah satu tokoh kunci pendirian NU tersebut biasanya dibatasi hanya pada sore dan malam hari.
Pembatasan tersebut bertujuan agar kedatangan peziarah tidak mengganggu aktivitas belajar dan mengaji para santri di lingkungan pesantren.
Meskipun dibuka selama 24 jam, pihak pengelola pondok mengimbau para pengunjung untuk tetap mematuhi tata tertib yang berlaku, terutama terkait ketertiban parkir kendaraan.
Ustad Ari menyebutkan bahwa pihak pesantren telah menyediakan lahan parkir luas yang dilengkapi dengan fasilitas pujasera untuk kenyamanan peziarah.
“Dari pondok sendiri telah menyediakan lapangan parkir yang cukup luas dan disertai beberapa warung berbentuk pujasera, untuk para perziarah dapat memarkirkan kendaraannya di sana yang berjarak kurang lebih 500 meter dari jarak gerbang pondok,” tuturnya.
KH Bisri Syansuri merupakan salah satu ulama besar yang mendirikan NU bersama KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahab Hasbullah.
Beliau juga merupakan kakek dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari jalur ibu, serta sosok perintis pondok pesantren putri pertama di Indonesia.***
