TfCoBUA5GUO9GUA5BUM7TSAp
Anda cari apa?

Labels

Pocketbook Digital Berbasis Augmented Reality untuk Cegah Stunting Sejak Prakonsepsi

STIKes Widya Dharma Husada Tangerang meluncurkan Pocketbook Digital berbasis Augmented Reality (AR) di Desa Waru untuk tingkatkan edukasi ...



BOGOR, BABAD.ID | Stori Loka Jawa - Pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, bahkan sebelum kehamilan terjadi. Masa prakonsepsi merupakan periode penting untuk mempersiapkan kesehatan perempuan usia subur agar memiliki kesiapan fisik, pengetahuan, dan perilaku yang mendukung kehamilan sehat. Berangkat dari pentingnya upaya tersebut, STIKes Widya Dharma Husada Tangerang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui inovasi Pocketbook Digital berbasis Augmented Reality (AR) untuk Cegah Stunting Sejak Prakonsepsi di Desa Waru.

Tim Pengabdian ini dipimpin oleh Bdn. Nurdewi Sulymbona, S.Tr.Keb., M.Keb dengan anggota Bapak LM. Zulfahrin UZ, M.Pd dan Ibu Satriani, SKM., M.Kes. Kegiatan ini juga melibatkan peran aktif dua mahasiswa STIKes WDH Tangerang, yaitu Aulia Safitri dan Tria Putri Andini, yang turut mendukung pelaksanaan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dengan sumber dana hibah DRTPM Tahun Anggaran 2026 melalui STIKes Widya Dharma Husada Tangerang sebagai institusi pelaksana.

Pelaksanaan edukasi kepada sasaran dilakukan dalam empat kali pertemuan yang dirancang secara bertahap, mulai dari pemberian pemahaman dasar mengenai stunting hingga penguatan materi dan evaluasi. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa edukasi yang diberikan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal dan menggunakan media digital yang dikembangkan.

Edukasi Stunting dan Pencegahan Sejak Prakonsepsi




Pertemuan pertama dilaksanakan pada 20 Juni 2026 dengan agenda edukasi mengenai stunting dan pencegahannya sejak masa prakonsepsi, sekaligus pelaksanaan pre-test. Pada tahap ini, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar stunting, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting, serta pentingnya mempersiapkan kesehatan sejak sebelum kehamilan.

Pemberian edukasi pada tahap awal menjadi fondasi bagi peserta untuk memahami bahwa pencegahan stunting bukan hanya persoalan setelah bayi lahir, tetapi merupakan proses yang perlu dipersiapkan sejak masa remaja dan usia reproduktif.

Mengenal dan Memanfaatkan Aplikasi AR





Tahap berikutnya dilaksanakan pada 4 Juli 2026 melalui kegiatan edukasi dan pengenalan aplikasi AR. Peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi Augmented Reality sebagai bagian dari Pocketbook Digital yang dikembangkan oleh tim PkM.

Pada pertemuan ini, peserta tidak hanya memperoleh materi kesehatan, tetapi juga diarahkan untuk memahami cara menggunakan media digital tersebut. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membuat proses edukasi menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Kegiatan ini juga melibatkan Kader TP-PKK Desa Waru sebagai mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan program. Kader diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi mengenai pencegahan stunting kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Implementasi Pocketbook Digital Berbasis Augmented Reality






Pada 26 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi dan implementasi aplikasi AR. Pada tahap ini, peserta menggunakan secara langsung Pocketbook Digital berbasis Augmented Reality sebagai media pembelajaran mengenai pencegahan stunting sejak prakonsepsi.

Melalui media tersebut, materi edukasi disajikan secara lebih visual dan interaktif sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan dengan metode penyuluhan konvensional. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi materi dan memahami pesan-pesan kesehatan yang terdapat dalam pocketbook digital.

Inovasi ini terintegrasi dengan aplikasi Ready2mom, yang dikembangkan sebagai media pendukung edukasi kesehatan pada masa prakonsepsi. Kehadiran aplikasi tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Penguatan Materi dan Evaluasi






Rangkaian kegiatan ditutup melalui pertemuan keempat pada 2 Agustus 2026 dengan agenda penguatan materi, diskusi, dan pelaksanaan post-test. Pada tahap ini, peserta kembali diajak untuk memperkuat pemahaman mengenai stunting dan langkah-langkah pencegahannya sejak masa prakonsepsi.

Sesi diskusi memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, maupun pemahaman yang diperoleh selama mengikuti rangkaian kegiatan. Sementara itu, post-test dilakukan sebagai bagian dari evaluasi untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah mendapatkan edukasi dan menggunakan media Pocketbook Digital berbasis AR.

Pelaksanaan kegiatan secara bertahap selama empat pertemuan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat dikembangkan menjadi proses pembelajaran yang berkelanjutan. Peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diperkenalkan, dilatih, dan didampingi dalam memanfaatkan teknologi sebagai media edukasi kesehatan.

Teknologi Digital untuk Pencegahan Stunting Sejak Dini


Pengembangan Pocketbook Digital berbasis Augmented Reality merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung di masyarakat. Teknologi AR memungkinkan informasi yang terdapat dalam pocketbook dikembangkan menjadi media yang lebih interaktif, sehingga diharapkan mampu meningkatkan perhatian, pemahaman, dan ketertarikan masyarakat terhadap materi pencegahan stunting.

Melalui kegiatan ini, STIKes Widya Dharma Husada Tangerang tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam memberikan solusi terhadap permasalahan kesehatan. Kolaborasi dengan pemerintah desa, kader TP-PKK, dan masyarakat Desa Waru menjadi bagian penting dalam membangun upaya pencegahan stunting yang dilakukan secara bersama-sama.

Bersama Mewujudkan Generasi Waru Bebas Stunting


Pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, edukasi sejak masa prakonsepsi menjadi langkah strategis yang perlu terus diperkuat.

Melalui dukungan DRTPM, STIKes Widya Dharma Husada Tangerang, pemerintah Desa Waru, kader TP-PKK, serta masyarakat, inovasi Pocketbook Digital berbasis Augmented Reality diharapkan tidak hanya menjadi media edukasi selama program berlangsung, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran masyarakat.

Dari Desa Waru, langkah kecil melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar dalam mencegah stunting sejak dini. Bersama mempersiapkan kehamilan yang sehat, bersama membangun keluarga yang berkualitas, dan bersama mewujudkan generasi Waru bebas stunting.***

0Komentar

Tambahkan komentar
© Copyright - berita.babad.id

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • +628587503514
  • redaksibabad.id@gmail.com