Pernyataan ini menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf.
Dalam pernyataan emosionalnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyampaikan rasa haru dan harapan agar pengabdian seluruh jajaran pengurus selama periode khidmat ini betul-betul menjadi amal yang husnul khatimah. Beliau secara resmi mengembalikan amanah khidmah kepada para Pengurus Wilayah (PW) dan pemegang keputusan Muktamar.
"Semua kesalahan, kealpaan, kekurangan, dan semuanya apa yang belum bisa kita sempurnakan, kami mohon maaf atas keterbatasan semuanya ini," ujar KH Miftachul Akhyar di hadapan para peserta Muktamar, Minggu, 30 Agustus 2026.
Beliau juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak yang memungkinkan PBNU menjalankan tugas-tugas organisasi selama ini.
Senada dengan Rais Aam, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengungkapkan rasa lega karena laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusannya telah diterima dengan baik oleh para muktamirin.
"Alhamdulillah setelah menunaikan amanat organisasi selama masa khidmat kami dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada muktamar dan diterima dengan baik, alhamdulillah kami dapat mengakhiri masa khidmat ini dan menyatakan demisioner dengan kelegaan bahwa amanat insyaallah telah kami tunaikan," kata KH Yahya Cholil Staquf.
Gus Yahya, sapaan akrabnya, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus mulai dari tingkat pusat, PWNU, PCNU, PCINU, hingga tingkat ranting atas kerja sama dan pengabdian mereka. Ia menutup pernyataannya dengan doa agar kepengurusan PBNU di masa yang akan datang dapat menjadi lebih baik dari masa khidmah sebelumnya.
Setelah pernyataan demisioner dibacakan, kepemimpinan sidang pleno diserahkan kepada perwakilan dari Pengurus Wilayah (PW) untuk mengawal agenda Muktamar selanjutnya. Sidang pun diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari para peserta sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian pengurus periode 2022-2027.***
