Berdasarkan Surat PBNU Nomor 970/PB.02/A.1.01.47/99/08/2026 tertanggal 23 Agustus 2026, agenda paling menentukan berupa pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026.
Puncak penentuan kepemimpinan tertinggi NU akan berlangsung dalam Sidang Pleno V pada pukul 19.30–23.30 WIB. Sidang pleno kelima ini mencakup lima agenda penting, yaitu pendemisioneran Pengurus PBNU masa khidmah 2021–2026, pemilihan dan penetapan anggota AHWA, sidang tertutup anggota AHWA serta pengesahan Rais Aam masa khidmah 2026–2031, pemilihan Ketua Umum masa khidmah 2026–2031, dan penetapan formatur.
Upacara pembukaan muktamar dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, pukul 20.00–22.30 WIB di Lapangan Untung Suropati. Selain upacara seremonial yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan, pembukaan ini akan diisi oleh laporan Ketua Panitia Muktamar ke-35, sambutan dari Gubernur Jawa Timur, sambutan dari shohibul bait Pesantren Tambakberas, Khutbah Iftitah Rais Aam PBNU, serta amanat Presiden Republik Indonesia yang sekaligus membuka muktamar secara resmi.
Memasuki hari ketiga pada Jumat, 28 Agustus 2026, muktamar akan berfokus pada tahapan persidangan. Sidang Pleno I untuk membahas serta mengesahkan jadwal dan tata tertib muktamar dimulai pukul 08.00–11.00 WIB. Seusai ibadah Shalat Jumat, Sidang Pleno II akan membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PBNU, pandangan umum atas LPJ, serta penyampaian jawaban atas pandangan umum tersebut.
Seluruh rangkaian utama Muktamar ke-35 NU akan ditutup secara resmi pada Ahad, 30 Agustus 2026, pukul 08.30–10.15 WIB. Seremoni penutupan mencakup penyampaian laporan panitia sekaligus penyerahan hasil muktamar, sambutan dari shohibul bait, sambutan dari Ketua Umum PBNU terpilih masa khidmah 2026–2031, serta sambutan Rais Aam PBNU terpilih yang sekaligus menutup jalannya muktamar.
Panitia juga menjadwalkan konferensi pers resmi bersama Ketua Panitia dan Ketua Umum PBNU terpilih pada pukul 10.15–12.00 WIB sebelum seluruh peserta melakukan check-out dan kembali ke daerah masing-masing.
Hari Penentuan Kepemimpinan PBNU Baru
Sabtu, 29 Agustus 2026, ditetapkan sebagai hari paling krusial dalam pergelaran muktamar kali ini. Setelah merampungkan pembahasan materi komisi pada pagi hari, rangkaian dilanjutkan dengan Sidang Pleno III untuk melaporkan dan mengesahkan hasil sidang komisi pada pukul 13.30–15.00 WIB.
Selanjutnya, Sidang Pleno IV pada pukul 15.30–17.30 WIB akan membahas dan mengesahkan tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, sekaligus melakukan tabulasi usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Puncak penentuan kepemimpinan tertinggi NU akan berlangsung dalam Sidang Pleno V pada pukul 19.30–23.30 WIB. Sidang pleno kelima ini mencakup lima agenda penting, yaitu pendemisioneran Pengurus PBNU masa khidmah 2021–2026, pemilihan dan penetapan anggota AHWA, sidang tertutup anggota AHWA serta pengesahan Rais Aam masa khidmah 2026–2031, pemilihan Ketua Umum masa khidmah 2026–2031, dan penetapan formatur.
Registrasi Peserta dan Upacara Pembukaan
Rangkaian kegiatan muktamar sesungguhnya telah dimulai sejak Rabu, 26 Agustus 2026, melalui registrasi dan check-in peserta pada pukul 10.00–22.00 WIB di kompleks Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Bahrul Ulum, disusul dengan pelaksanaan Istighotsah Kubro di PP Al-Amanah 2 pada malam harinya. Proses registrasi peserta ini akan terus dilanjutkan pada Kamis, 27 Agustus 2026 hingga pukul 17.00 WIB.
Upacara pembukaan muktamar dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, pukul 20.00–22.30 WIB di Lapangan Untung Suropati. Selain upacara seremonial yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan, pembukaan ini akan diisi oleh laporan Ketua Panitia Muktamar ke-35, sambutan dari Gubernur Jawa Timur, sambutan dari shohibul bait Pesantren Tambakberas, Khutbah Iftitah Rais Aam PBNU, serta amanat Presiden Republik Indonesia yang sekaligus membuka muktamar secara resmi.
Sidang Pleno Laporan Pertanggungjawaban dan Sidang Komisi
Memasuki hari ketiga pada Jumat, 28 Agustus 2026, muktamar akan berfokus pada tahapan persidangan. Sidang Pleno I untuk membahas serta mengesahkan jadwal dan tata tertib muktamar dimulai pukul 08.00–11.00 WIB. Seusai ibadah Shalat Jumat, Sidang Pleno II akan membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PBNU, pandangan umum atas LPJ, serta penyampaian jawaban atas pandangan umum tersebut.
Pada Jumat malam pukul 19.00–22.30 WIB, agenda berlanjut dengan pelaksanaan sidang komisi yang terbagi ke dalam enam komisi strategis. Komisi-komisi tersebut meliputi Komisi A (Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi'iyyah), Komisi B (Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu'iyyah), Komisi C (Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qanuniyyah), Komisi D (Organisasi), Komisi E (Program), dan Komisi F (Rekomendasi).
Penutupan dan Konferensi Pers Resmi
Seluruh rangkaian utama Muktamar ke-35 NU akan ditutup secara resmi pada Ahad, 30 Agustus 2026, pukul 08.30–10.15 WIB. Seremoni penutupan mencakup penyampaian laporan panitia sekaligus penyerahan hasil muktamar, sambutan dari shohibul bait, sambutan dari Ketua Umum PBNU terpilih masa khidmah 2026–2031, serta sambutan Rais Aam PBNU terpilih yang sekaligus menutup jalannya muktamar.
Panitia juga menjadwalkan konferensi pers resmi bersama Ketua Panitia dan Ketua Umum PBNU terpilih pada pukul 10.15–12.00 WIB sebelum seluruh peserta melakukan check-out dan kembali ke daerah masing-masing.
PBNU mengimbau seluruh peserta dari PWNU, PCNU, dan PCINU untuk memastikan validitas QR Code konfirmasi pendaftaran atau pembaruan data kepesertaan yang telah terverifikasi oleh Sekretariat Panitia Muktamar. Meski demikian, PBNU memberikan catatan penting bahwa jadwal pelaksanaan ini sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.***
