TfCoBUA5GUO9GUA5BUM7TSAp
Anda cari apa?

Labels

Menara Berkubah Emas di Jantung Lingkaran: PBNU Teguhkan Poros Peradaban Muktamar ke-35

PBNU resmi meluncurkan logo & tema Muktamar ke-35 NU di Jombang. Simak makna filosofis lengkungan angka 35 & siluet Menara Tambakberas di sini!


BABAD.ID | Stori Loka Jawa — Di tengah riuh rendah persiapan memasuki satu abad kedua, sebuah menara emas menyembul dalam gerak melingkar angka 35—sebuah isyarat visual bahwa arah gerak Nahdlatul Ulama (NU) tetap kokoh berpusat pada khidmat pesantren. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama secara resmi menyingkap tabir identitas visual dan tema besar Muktamar Ke-35, sebuah pijakan mula bagi konsolidasi tertinggi organisasi yang akan segera digelar.

Peluncuran ini bukan sekadar urusan estetika atau gincu visual. Penetapan logo dan tema ini merupakan manifestasi dari hasil rapat koordinasi Panitia Pelaksana yang berdenyut di Aula Kantor Pusat Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Kamis (16/7/2026). Di sanalah, nakhoda panitia memancang target: Muktamar akan dihelat pada 27–31 Agustus 2026, bertepatan dengan 14–18 R. Awwal 1448 H.

Sekretaris Panitia Pelaksana, H. Amin Said Husni, menegaskan bahwa penetapan identitas ini adalah langkah krusial dalam lini masa persiapan. "Salah satu keputusan penting yang dihasilkan adalah penetapan logo resmi dan tema untuk Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama," ungkap Amin. Pemilihan Tambakberas sebagai palagan muktamar seolah memanggil kembali ingatan kolektif Nahdliyin pada identitas basisnya: pesantren sebagai rahim sejarah dan masa depan.

Filosofi Lingkaran: Perjuangan Tanpa Titik Henti

Logo Muktamar Ke-35 membedah narasi kesinambungan melalui angka 3 dan 5 yang tidak kaku. Keduanya dibentuk menyerupai dua lingkaran yang saling mengunci, sebuah simbol harmoni yang merepresentasikan transformasi NU di abad kedua.

Secara filosofis, lingkaran-lingkaran ini tak mengenal titik awal maupun akhir. Ia adalah metafora bagi perjuangan NU yang diwariskan dari generasi ke generasi—mata rantai dakwah, pendidikan, dan pengabdian umat yang tak boleh putus. Gerak melingkar ini menyiratkan dinamisme; NU dipaksa adaptif terhadap deru zaman tanpa boleh tercerabut dari akar Ahlussunnah wal Jama'ah. Lebih dari itu, bentuk ini bicara soal inklusivitas: prinsip merangkul, bukan memisahkan.

Menara Tambakberas: Poros Pusat Peradaban

Tepat di titik sentral logo, berdiri siluet Menara Masjid Tambakberas dengan kubah emasnya yang ikonik. Penempatan ini bukan tanpa pretensi. Menara tersebut adalah pernyataan posisi bahwa Pondok Pesantren Bahrul Ulum, sebagai tuan rumah, merupakan simbol pusat ilmu dan dakwah.

Menempatkan menara di "jantung" logo adalah penghormatan terhadap sejarah panjang pesantren sebagai kawah candradimuka yang telah menyuplai oksigen bagi peradaban Islam di Indonesia. Ini adalah pesan tegas bagi warga NU: meski bergerak menuju organisasi modern di abad kedua, poros gravitasi peradaban Nahdlatul Ulama tetaplah pesantren.

Menjaga Marwah di Tengah Badai Zaman

Menyertai kekuatan visual tersebut, PBNU mengusung tema besar yang sarat akan bobot sosiopolitis: "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa".

Tema ini bukan sekadar deretan kata indah. "Menjaga Marwah" adalah panggilan untuk menjaga integritas organisasi dan martabat para ulama di tengah lanskap sosial-politik Indonesia yang kian cair. Sementara "Memperkaya Khidmat" merupakan mandat bagi seluruh elemen NU untuk memastikan bahwa organisasi tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi kemaslahatan publik secara luas. Ini adalah janji setia NU kepada bangsa: bahwa setiap keputusan di Muktamar nanti harus bermuara pada kepentingan rakyat.

Aksesibilitas dan Syiar Muktamar

Guna menjaga profesionalisme dan keseragaman citra organisasi, Panitia Pelaksana mengimbau seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat luas untuk menggunakan identitas visual resmi ini dalam setiap agenda syiar menuju muktamar. Standardisasi ini dianggap penting untuk menunjukkan soliditas NU di mata dunia internasional.

Logo resmi dalam berbagai format dapat diakses dan diunduh melalui tautan: https://bit.ly/logomuktamarnu35

Peluncuran identitas ini menjadi gong pembuka bagi hajatan akbar yang diharapkan menjadi ruang pemersatu bagi seluruh elemen Nahdlatul Ulama dalam memperkuat konsolidasi dan menjaga kesinambungan perjuangan para ulama.***

0Komentar

Tambahkan komentar
© Copyright - berita.babad.id

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • +628587503514
  • redaksibabad.id@gmail.com