![]() |
| Muhammad Rizal Firdaus, lulusan terbaik FSH UIN Walisongo Semarang pada wisuda Sabtu, 22 Agustus 2026. (Dok Humas) |
Prestasi tersebut diumumkan dalam gelaran Wisuda Program Doktor (S.3) ke-43, Magister (S.2) ke-68, dan Sarjana (S.1) ke-101 Periode Agustus 2026 di Auditorium Kampus 3, Sabtu (22/8/2026).
Perjalanan akademik Rizal diwarnai dengan pengorbanan besar keluarga. Sebagai anak dari ayah lulusan SMP yang bekerja sebagai pedagang roti dan ibu yang tidak tamat SD, Rizal resmi menjadi sarjana pertama di keluarga besarnya.
Perjalanan akademik Rizal diwarnai dengan pengorbanan besar keluarga. Sebagai anak dari ayah lulusan SMP yang bekerja sebagai pedagang roti dan ibu yang tidak tamat SD, Rizal resmi menjadi sarjana pertama di keluarga besarnya.
Untuk membiayai Uang Kuliah Tunggal (UKT) awal sebesar Rp3.780.000 serta ongkos merantau ke Semarang, orang tua Rizal menjual satu-satunya sepeda motor milik mereka.
"Rasa khawatir sempat ada, apakah orang tua sanggup menguliahkan saya. Bahkan saya sempat ingin berhenti di tengah jalan karena tak tega melihat kondisi orang tua yang makin sepuh bekerja keras. Namun, beliau berdua tetap bersikeras meminta saya menyelesaikan kuliah," ungkap Rizal.
Guna menopang kebutuhan harian selama studi, Rizal membuka jasa mengajar mengaji Al-Qur'an. Meski sempat gagal mendapatkan beasiswa KIP-K dan Djarum, ia akhirnya berhasil memperoleh Beasiswa Pemerintah Provinsi selama satu tahun di pertengahan masa studinya.
Di bidang akademik, Rizal menunjukkan produktivitas tinggi dengan mempublikasikan enam artikel ilmiah di jurnal terakreditasi Sinta (5 & 6) serta jurnal terindeks Internasional Copernicus.
"Rasa khawatir sempat ada, apakah orang tua sanggup menguliahkan saya. Bahkan saya sempat ingin berhenti di tengah jalan karena tak tega melihat kondisi orang tua yang makin sepuh bekerja keras. Namun, beliau berdua tetap bersikeras meminta saya menyelesaikan kuliah," ungkap Rizal.
Guna menopang kebutuhan harian selama studi, Rizal membuka jasa mengajar mengaji Al-Qur'an. Meski sempat gagal mendapatkan beasiswa KIP-K dan Djarum, ia akhirnya berhasil memperoleh Beasiswa Pemerintah Provinsi selama satu tahun di pertengahan masa studinya.
Di bidang akademik, Rizal menunjukkan produktivitas tinggi dengan mempublikasikan enam artikel ilmiah di jurnal terakreditasi Sinta (5 & 6) serta jurnal terindeks Internasional Copernicus.
Ia menyelesaikan studi melalui skripsi berjudul "Fenomena Cerai Gugat oleh Istri sebagai Aparatur Sipil Negara Perspektif Pemberdayaan Perempuan Naila Kabeer (Studi Kasus di Pengadilan Agama Semarang)". Penelitian ini menerapkan paradigma Unity of Sciences dengan mengintegrasikan Hukum Keluarga Islam dan teori sosiologi modern.
Selain prestasi akademik, Rizal juga aktif menjuarai kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dari tingkat kota hingga tingkat nasional di UNNES. Ia menekankan pentingnya kualitas daripada sekadar kuantitas dalam berorganisasi bagi mahasiswa.
"Pesan saya untuk adik-adik tingkat, tidak perlu cemas atau FOMO harus menumpuk belasan nama organisasi demi terlihat berpengalaman. Fokuslah pada kualitas, kelola skala prioritas, dan hargai proses belajarmu sendiri. Kita tidak harus mengekor standar orang lain untuk bisa berdampak," pungkas Rizal.***
Selain prestasi akademik, Rizal juga aktif menjuarai kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dari tingkat kota hingga tingkat nasional di UNNES. Ia menekankan pentingnya kualitas daripada sekadar kuantitas dalam berorganisasi bagi mahasiswa.
"Pesan saya untuk adik-adik tingkat, tidak perlu cemas atau FOMO harus menumpuk belasan nama organisasi demi terlihat berpengalaman. Fokuslah pada kualitas, kelola skala prioritas, dan hargai proses belajarmu sendiri. Kita tidak harus mengekor standar orang lain untuk bisa berdampak," pungkas Rizal.***
