SEMARANG, babad.id | Stori Loka Jawa - Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat kembali melaksanakan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat bertajuk "Pemberdayaan Komunitas Baca Wiji Semi dalam Penguatan Literasi Keluarga dan Kesehatan Mental Berbasis Model Ekosistem". Kegiatan diselenggarakan pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Learning Center PP Al Barokah, Desa Ketapang, Kabupaten Semarang, dan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas ibu-ibu serta relawan Komunitas Baca Wiji Semi.
Program pengabdian ini diketuai oleh Indrajati Kunwijaya, S.Pd., M.Pd. dengan anggota tim yang terdiri atas Najma Sana Nadhirah Hilman, S.Pd., M.Pd., Fikrotul Hanifah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Indri Ajeng Setyoningrum, S.Pd., M.Pd., dan Rendi Agung Febrianto, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES sebagai bentuk implementasi pembelajaran kolaboratif melalui pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Indrajati Kunwijaya, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penguatan literasi keluarga perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan aspek pendidikan, kesehatan mental, serta pemberdayaan komunitas. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan kebiasaan belajar anak sehingga peningkatan kapasitas orang tua, khususnya ibu, menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan gemar belajar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi model ekosistem literasi keluarga yang dikembangkan oleh tim pengabdian UNNES. Berbeda dengan kegiatan literasi pada umumnya, program ini mengintegrasikan penguatan budaya membaca keluarga dengan upaya meningkatkan kesehatan mental ibu sebagai fondasi terbentuknya lingkungan belajar yang sehat di rumah.
Ketua Tim Pengabdian menjelaskan bahwa keluarga merupakan ruang belajar pertama bagi anak. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas orang tua, khususnya ibu, menjadi langkah strategis dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kesejahteraan psikologis keluarga.

Pada sesi pertama, peserta mengikuti. Pelatihan Dialogic Reading yang disampaikan oleh Indri Ajeng Setyoningrum, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Luar Sekolah UNNES. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada pendekatan membaca dialogis (dialogic reading), yaitu metode membaca yang mengajak anak berdialog melalui pertanyaan terbuka, eksplorasi emosi, serta percakapan yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan komunikasi. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga melakukan simulasi praktik menggunakan buku cerita anak.
Pelatihan ini dipersiapkan sebagai fondasi implementasi program One Day One Book Plus+, yaitu gerakan membaca harian yang dikembangkan bersama Komunitas Baca Wiji Semi untuk membangun kebiasaan membaca yang lebih interaktif di lingkungan keluarga.
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti kegiatan Writing Therapy yang dipandu oleh Indrajati Kunwijaya, S. Pd., M. Pd. dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling UNNES. Melalui pendekatan terapi naratif, peserta diajak menuliskan pengalaman hidup, tantangan sebagai ibu, rasa syukur, harapan, serta kekuatan yang dimiliki dalam menjalani peran sebagai orang tua.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh empati. Para peserta diberi ruang untuk berbagi cerita secara sukarela dalam suasana yang aman, saling menghargai, dan tidak menghakimi. Kegiatan ini menjadi wadah refleksi diri sekaligus memperkuat dukungan sosial antarsesama anggota komunitas.
Founder Komunitas Baca Wiji Semi, Surtini Hadi, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama tim pengabdian UNNES. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman baru yang tidak hanya mengajarkan cara mendampingi anak membaca, tetapi juga menghadirkan ruang bagi para ibu untuk saling menguatkan.
""Pelatihan literasi yang diselenggarakan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi Komunitas Baca Wiji Semi dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui kegiatan ini, diharapkan ada tindak lanjut nyata yang dapat memotivasi kaum perempuan dan para ibu di Wiji Semi untuk menuangkan kreativitas mereka melalui karya kolaboratif berupa penulisan buku bersama. Terima kasih atas penyelenggaraan program ini", ujar Surtini Hadi.
Salah seorang peserta, Wulan Asih Madyani, yang juga anggota Wiji Semi merasa mendapatkan banyak pengetahuan baru.
"Saya sangat bersyukur bisa mengikuti program pemberdayaan perempuan di bidang literasi hasil kerja sama UNNES dan Wijisemi. Kegiatan ini memberikan wawasan berharga mengenai pentingnya self-awareness, self-love, serta cara mengelola dan merilis emosi demi menjaga kesehatan mental. Salah satu metode yang sangat berkesan adalah menulis surat untuk diri sendiri, yang dapat menjadi sumber kekuatan, penyemangat, dan motivasi saat menghadapi masa-masa sulit. Program ini sangat menginspirasi para ibu dan perempuan untuk terus tumbuh sehat secara mental sembari menjalankan peran dalam keluarga. Terima kasih UNNES dan Wijisemi," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap terbentuk budaya literasi keluarga yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga mampu memperkuat komunikasi empatik, kesehatan mental ibu, serta hubungan yang lebih hangat antara orang tua dan anak.
Program pengabdian ini mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis ibu; SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan literasi keluarga dan pembelajaran sepanjang hayat; SDG 5 (Gender Equality) melalui pemberdayaan perempuan dalam pengasuhan dan pendidikan keluarga; serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, Universitas Negeri Semarang bersama Komunitas Baca Wiji Semi terus berupaya menghadirkan praktik-praktik inovatif yang tidak hanya meningkatkan budaya literasi, tetapi juga membangun keluarga yang lebih sehat, tangguh, dan saling menguatkan sebagai fondasi bagi lahirnya generasi yang berkarakter.***