![]() |
| Kegiatan ekstrakurikuler coding dan AI di SMK NU Al Hidayah Kudus. (dok SMK NU Al Hidayah) |
BABAD.ID | Stori Loka Jawa - Di tengah pesatnya disrupsi digital, SMK NU Al Hidayah terus memperkuat kesiapan kerja para siswanya lewat penguasaan teknologi mutakhir. Melalui ekstrakurikuler coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sekolah ini sukses mengantarkan siswanya menyabet gelar juara di tingkat kabupaten.
Program ekskul yang diikuti oleh para siswa dari jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) ini dirancang sebagai wadah untuk mendalami logika pemrograman, pengembangan teknologi digital, hingga pemanfaatan AI. Langkah strategis ini menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi lanskap dunia kerja modern.
Bukti nyata dari efektivitas pembinaan ini lahir dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten baru-baru ini. Dua talenta muda SMK NU Al Hidayah sukses naik ke podium juara.
![]() |
| Siswa kelas X TKJT 3 SMK NU Al Hidayah Kudus, Nor Haris raih juara 3 bidang IT Software Solutions for Business dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten. (dok SMK NU AL Hidayah) |
Nor Haris, siswa kelas X TJKT 3, berhasil mengamankan Juara 3 pada bidang IT Software Solutions for Business. Sementara itu, capaian gemilang juga ditorehkan oleh M. Miftakhussurur, siswa kelas XI TJKT 2, yang sukses meraih Juara 2 di bidang Cloud Computing.
Nor Haris mengungkapkan bahwa intensifnya materi di ekskul coding menjadi faktor kunci yang mendongkrak pemahamannya terkait logika pemrograman sekaligus mematangkan mentalnya sebelum berkompetisi.
"Sangat membantu untuk persiapan lomba. Saya berharap teman-teman di jurusan TJKT terus semangat belajar dan jangan takut untuk mencoba tantangan di berbagai kompetisi teknologi," ujar Haris, Senin, 18 Mei 2026.
![]() |
| Siswa kelas XI TKJT 2 SMK NU AL Hidayah, M. Miftakhussurur raih juara 2 bidang Cloud Computing dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten. (dok SMK NU AL Hidayah) |
Sementara itu, M. Miftakhussurur menekankan bahwa keahlian coding dan AI bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan wajib di era digital agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Dalam proses belajarnya, Miftakhussurur mengombinasikan bimbingan guru dengan eksplorasi mandiri.
"Selain di ekskul, saya juga banyak belajar melalui tutorial digital dan disiplin melakukan latihan mandiri secara rutin," ungkap Miftakhussurur.
Lewat penguatan ekstrakurikuler berbasis teknologi dan capaian prestasi ini, SMK NU Al Hidayah menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, serta siap bersaing—baik di dunia industri maupun saat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.***

.jpeg)
.jpeg)