SEMARANG, BABAD.ID — Tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan bertema “Peningkatan Kapabilitas Guru Pendidikan Dasar pada Gugus Wijaya Kusuma Kota Semarang dalam Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam dan Inklusif", 6 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri Wates 01 dan dihadiri oleh guru serta kepala sekolah yang tergabung dalam Gugus Wijaya Kusuma Kota Semarang.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru pendidikan dasar dalam menyusun modul ajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi, tetapi juga memperhatikan prinsip pembelajaran mendalam dan inklusif. Melalui kegiatan ini, guru didorong untuk merancang pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, adaptif, serta mampu mengakomodasi keragaman karakteristik peserta didik di sekolah dasar.
Peserta kegiatan berasal dari sejumlah sekolah di Gugus Wijaya Kusuma, yaitu SDN Bringin 01, SDN Bringin 02, SDN Gondoriyo, SDN Podorejo 01, SDN Podorejo 02, SDN Podorejo 03, SDN Wates 01, SDN Wates 02, SD Nurul Islam, SDIT Bina Amal, dan SD Texmaco. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Gugus Wijaya Kusuma, Bapak Musri’an, S.Pd., M.M., M.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua Gugus Wijaya Kusuma menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengabdian tersebut. Menurutnya, pendampingan penyusunan modul ajar sangat relevan dengan kebutuhan guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, mendalam, dan ramah terhadap seluruh peserta didik.
Tim pengabdian FIPP UNNES terdiri atas. Prof. Dr. Sungkowo Edy Mulyono, S.Pd., M.Si. dari Pendidikan Nonformal; Sony Zulfikasari, S.Pd., M.Pd., Niam Wahzudik, S.Pd., M.Pd., Basuki Sulistio, S.Pd., M.Pd., Woro Apriliana Sari, S.Psi., M.Si. dari Psikologi; dan dari Teknologi Pendidikan.
Melalui kegiatan ini, guru-guru di Gugus Wijaya Kusuma memperoleh penguatan konsep dan praktik dalam menyusun modul ajar pembelajaran mendalam dan inklusif. Hasil kegiatan diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, khususnya dalam menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

