TfCoBUA5GUO9GUA5BUM7TSAp
Anda cari apa?

Labels

Terobosan di Kudus: MTs NU TBS Hadirkan Ekskul Bahasa Mandarin

MTs NU TBS Kudus siap buka ekskul Bahasa Mandarin pasca-Lebaran. Langkah progresif tingkatkan daya saing siswa di kancah global. Didukung Kemenag.

Salim, kepala MTs NU TBS Kudus (tengah) didampingi Ustaz Baidlowi SIF (kiri) dan Ustaz Faishol Firdaus, dosen Unwahas sekaligus mentor Bahasa Mandarin

KUDUS, BABAD.ID | Stori Loka Jawa – Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus melakukan langkah progresif dengan menggagas ekstrakurikuler Bahasa Mandarin. Program yang tergolong langka di lingkungan madrasah ini dijadwalkan mulai menyapa siswa selepas Idulfitri mendatang.

Kepala MTs NU TBS Kudus, Kiai Salim, menyebut langkah ini sebagai respons atas dominasi global Tiongkok. "Negara-negara pengguna Bahasa Mandarin mengalami kemajuan luar biasa di sektor pendidikan, ekonomi, hingga teknologi," ujarnya pada Kamis, 12 Maret 2026.

Selain alasan pragmatis-geopolitik, Salim menyitir nilai religius sebagai landasan pacu. Ia merujuk pada hadis populer tentang perintah menuntut ilmu hingga ke Negeri Cina. "Tentu ada hal luar biasa yang bisa dipelajari di sana," tambahnya.

Menuju Bahasa Global

Kepastian program ini dikukuhkan setelah pihak madrasah bertemu dengan Faishol Firdaus, calon mentor sekaligus dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Faishol, yang merupakan alumnus magister dari Tiongkok dan eks Wakil Ketua PCINU Tiongkok, menekankan pentingnya penguasaan Mandarin di era sekarang.

Menurut Faishol, Mandarin bukan sekadar bahasa komunikasi di Tiongkok, Taiwan, atau Singapura, melainkan telah menjadi bahasa global yang diakui PBB sejak 1946. "Posisinya kini sejajar dengan bahasa internasional lain seperti Inggris, Prancis, hingga Arab," kata Faishol.

Dukungan Otoritas

Rencana ini mendapat lampu hijau dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus, Shony Wardana. Saat ditemui di Gedung Serba Guna (GSG) TBS Kudus belum lama ini, Shony memuji keberanian madrasah dalam mengambil terobosan.

"Ini langkah progresif untuk menjadikan madrasah lembaga yang bermutu dan mendunia," tutur Shony. Ia menilai, penguasaan soft skill seperti bahasa asing non-Arab merupakan kebutuhan mendesak agar siswa madrasah mampu bersaing di kancah intelektual internasional.***

0Komentar

Tambahkan komentar
© Copyright - berita.babad.id

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • +628587503514
  • redaksibabad.id@gmail.com