![]() |
| Menteri Agama melantik Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang, |
JAKARTA, BABAD.ID | Stori Loka Jawa – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi memasuki babak baru. Menteri Agama melantik Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. sebagai Rektor di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026. Sebuah suksesi yang membawa ekspektasi besar bagi kampus berjuluk "Kemanusiaan dan Peradaban" tersebut.
Menteri Agama memberikan mandat spesifik: rektor bukan sekadar manajer administratif, melainkan kompas moral. Dalam pesannya, Menag menggarisbawahi pentingnya pemimpin PTKN yang mampu memangkas ego sektoral. "Pemimpin kampus harus mampu membangun kolaborasi, bukan kompetisi yang saling mematikan. Sinergi adalah kunci jika ingin menjadi rujukan global," tegasnya.
Rekam Jejak Intelektual
Penunjukan Musahadi dianggap sebagai langkah taktis. Sebelum menduduki kursi rektor, ia adalah Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo. Latar belakang ini membuatnya fasih dalam diskursus Unity of Sciences—upaya mengawinkan teks suci dengan nalar sains.
Di kalangan intelektual hukum Islam, nama Musahadi punya bobot tersendiri. Ia adalah pencetus gagasan "Fikih Prasmanan", sebuah otokritik tajam terhadap fenomena disrupsi otoritas agama di era digital. Melalui konsep ini, ia memotret bagaimana publik siber kerap "mengambil sepotong" hukum agama tanpa kedalaman sanad, demi memuaskan selera personal.
Menuju Panggung Global
Musahadi bukan sekadar akademisi di balik meja. Ia memiliki jam terbang tinggi dalam urusan resolusi konflik dan mediasi. Jejak risetnya membentang hingga ke Belanda, memotret identitas diaspora muslim di sana. Reputasinya sebagai peninjau (reviewer) jurnal internasional menjadi modal penting untuk mengatrol peringkat akademik UIN Walisongo di kancah dunia.
Dengan nakhoda baru ini, UIN Walisongo diprediksi akan berlari lebih kencang menuju visi Smart and Green Campus. Musahadi diharapkan mampu menyuntikkan inovasi teknologi pada tata kelola universitas, sembari tetap menjaga spirit inklusivitas Walisongo agar tetap menjadi oase keberagaman.***
