TfCoBUA5GUO9GUA5BUM7TSAp
Anda cari apa?

Labels

Mahasiswa Ma’had Aly TBS Kudus Berbagi Cahaya Ramadan di Desa Jepang

Mahasiswa BCB Ma’had Aly TBS Kudus gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadan di Desa Jepang. Program BAZNAS RI ini sasar 75 yatim piatu & dhuafa di Kudus.

Foto bersama mentor Ma'had Aly TBS Kudus dengan ketua tamkir masjid, ketua PRNU Jepang dan perwakilan Yayasan Al Kamal. (dok Ma’had Aly TBS Kudus)
KUDUS, BABAD.ID | Stori Loka Jawa – Suasana serambi Masjid Roudlotul Jannah, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, tampak lebih riuh dari biasanya pada Sabtu sore, 7 Maret 2026. Sebanyak 75 anak yatim piatu dan dhuafa berkumpul, bukan sekadar untuk menunggu waktu berbuka, melainkan mengikuti program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Ma’had Aly TBS Kudus. Bekerja sama dengan Takmir Masjid Roudlotul Jannah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Jepang, serta Yayasan Al-Kamal, acara ini menjadi ajang pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekitar.

Sinergi untuk Syiar Ramadan

Ketua Takmir Masjid Roudlotul Jannah, H. Choliq Hartono, menyambut hangat inisiatif para mahasiswa ini. Menurutnya, kolaborasi semacam ini memberikan napas baru bagi kegiatan syiar di masjid desa.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih. Kami selalu terbuka untuk kerja sama yang membawa manfaat bagi warga, terutama anak-anak," ujar Choliq.

Senada dengan Choliq, Ketua PRNU Desa Jepang, Kiai Moh Ridlwan, menekankan pentingnya pendampingan bagi anak yatim dan dhuafa. Ia berharap interaksi dengan para mahasiswa Ma’had Aly dapat memperluas wawasan keagamaan anak-anak di momen bulan suci.

Program Serentak di 160 Kampus

Mentor BCB Ma’had Aly TBS Kudus, Rosidi, menjelaskan bahwa program ini merupakan agenda tahunan yang difasilitasi oleh BAZNAS RI. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Pesantren 1000 Cahaya Ramadan yang digelar secara serentak di lebih dari 160 kampus mitra, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kami mengapresiasi dukungan semua pihak. Momentumnya sangat tepat, bertepatan dengan semangat Nuzulul Quran, sehingga diharapkan membawa keberkahan lebih bagi para peserta dan penyelenggara," kata Rosidi.

Belajar Sambil Bermain

Tak hanya berisi ceramah formal, para mahasiswa mengemas materi keagamaan melalui pendekatan yang lebih cair. Anak-anak dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk sesi diskusi, yang diselingi dengan fun game dan kuis interaktif.

Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan tokoh masyarakat, di antaranya anggota BPD Masudi Rif’an, Sekretaris PRNU Ustaz Budi Ariyanto, serta jajaran pengurus Yayasan Al-Kamal. Acara ditutup dengan pemberian santunan dan kebahagiaan bersama yang terpancar dari wajah para peserta cilik di penghujung hari. (*)

0Komentar

Tambahkan komentar
© Copyright - berita.babad.id

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • +628587503514
  • redaksibabad.id@gmail.com