![]() |
| Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Kamis (1/10/2026).(Kemenbud/ Hebusa) |
Peresmian ditandai secara simbolis melalui penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelum prosesi penandatanganan, Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau ruang pameran yang menampilkan diorama peristiwa sejarah, tayangan video, serta ruang imersif.
Dalam sambutan peresmiannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan resmi pembukaan renovasi museum tersebut.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila,” ucap Presiden Prabowo.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa revitalisasi yang dilaksanakan sejak tahun lalu ini berfokus pada pembaharuan metode penyajian agar nilai sejarah lebih mudah dicerna oleh masyarakat, khususnya generasi muda, tanpa mengubah koleksi maupun diorama autentiknya. Sebanyak 34 diorama asli di Museum Kesaktian Pancasila dan 15 diorama di Museum Paseban tetap dipertahankan sebagai pilar utama narasi Gerakan 30 September 1965.
Melalui penataan ulang ini, ruang pameran Museum Kesaktian Pancasila terbagi menjadi tujuh area di lantai satu dan empat area di lantai dua. Mengusung konsep in-situ museum, alur kunjungan dimulai dari gedung utama sebelum pengunjung diarahkan menuju lokasi situs sumur bersejarah Lubang Buaya.
Di lantai dasar gedung utama, pengunjung disambut instalasi relief 3D Garuda Pancasila yang memandu pemahaman mengenai proses perumusan Pancasila, dinamika komunisme global, hingga sejarah masuknya gerakan tersebut ke Indonesia melalui sajian digital interaktif.
Pembaruan tata pamer juga diperkaya dengan teknologi video mapping, light wall, panel sentuh interaktif, peta digital, narasi audio, hingga fasilitas baru berupa Ruang Relik di area belakang Paseban. Ruang Relik tersebut didedikasikan khusus untuk memamerkan barang peninggalan asli para Pahlawan Revolusi, seperti pakaian yang dikenakan para jenderal, jam tangan, dan memorabilia sejarah lainnya.
Menteri Kebudayaan menjelaskan bahwa penyajian teknologi modern ini bertujuan menghadirkan pengalaman visual yang lebih komunikatif bagi pengunjung.
"Di kawasan yang juga menjadi lokasi situs sumur Lubang Buaya tersebut, masyarakat dapat mempelajari jejak peristiwa saat ideologi Pancasila coba digantikan dengan paham komunisme oleh PKI. Tidak hanya itu, pameran juga dilengkapi dengan sentuhan teknologi digital dan imersif guna menghadirkan pengalaman visual yang lebih modern," jelas Menteri Kebudayaan.
Penyusunan alur cerita (storyline) dan lini masa sejarah dilakukan melalui kolaborasi erat antara Kementerian Kebudayaan, para sejarawan, serta Pusat Sejarah TNI. Seluruh materi bersumber dari penelusuran dokumen, arsip, surat kabar, dan referensi sejarah yang teruji validitasnya.
Momen revitalisasi ini sekaligus menjadi acuan penyesuaian nama lembaga dari sebelumnya Museum Pengkhianatan PKI menjadi Museum Kesaktian Pancasila. Penyesuaian nama ini bertujuan mentransformasi paradigma narasi dengan menekankan nilai ketahanan dan kesaktian Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa, tanpa menghilangkan catatan sejarah yang ada.
Dengan selesainya renovasi tersebut, fasilitas museum kini resmi dibuka kembali untuk masyarakat luas.
"Mulai hari ini, Museum Kesaktian Pancasila dengan wajah dan fasilitas barunya sudah resmi dibuka untuk kunjungan masyarakat umum. Pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dan memberikan dukungan kepada Panglima TNI selaku instansi yang menaungi pengelolaan museum tersebut. Kehadiran museum ini diharapkan dapat terus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa Pancasila adalah binding power atau kekuatan pemersatu, dasar negara, sekaligus falsafah hidup bangsa Indonesia," tegas Menbud.
Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat negara, di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, perwakilan Pemprov DKI Jakarta, keluarga Pahlawan Revolusi, serta para duta besar negara sahabat.***
