TfCoBUA5GUO9GUA5BUM7TSAp
Anda cari apa?

Labels

UNNES Dampingi Yayasan Annida Ya Fatimah Pati Terapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal

Tim dosen UNNES menggelar pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis budaya di Yayasan Sekolah Annida Ya Fatimah Pati.
Tim pengabdian UNNES berporse bersama guru di bawah naungan Yayasan Annida Ya Fatimah.


PATI, BABAD.ID | Stori Loka Jawa – Tim dosen dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) berbasis budaya bagi para guru di Yayasan Sekolah Annida Ya Fatimah, Tayu, Pati.

Kegiatan bertajuk ‘Implementasi Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) Penyelenggaraan PAUD dan SD Terpadu Berbasis Budaya Mutu’ tersebut bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya penjaminan mutu internal di lembaga pendidikan. Pelatihan ini dipimpin oleh Dr. Yuli Utanto, S.Pd., M.Si., serta beranggotakan Niam Wahzudik, S.Pd., M.Pd., dan Muhammad Nazil Iqdami, S.Pd.I., M.Ed..

Acara dibuka secara resmi oleh pengurus Yayasan Ya Fatimah, H. Eko Susilo, serta diawali dengan penampilan hafalan Juz Amma dan geguritan (puisi/cerita Jawa) dari para siswa PAUD dan SD.

Ketua Tim Pengabdian UNNES Dr. Yuli Utanto menjelaskan bahwa SPMI merupakan upaya memastikan setiap aspek penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Menurutnya, SPMI berbeda dengan sistem manajemen mutu eksternal yang lebih berfokus pada akreditasi dan penilaian dari pihak luar.

“Kami berharap, melalui pelatihan ini, para guru dapat mengimplementasikan SPMI dengan lebih baik dan mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berbudaya bagi para siswa,” kata Dr. Yuli Utanto.

Dalam sesi diskusi, anggota tim UNNES Niam Wahzudik menekankan bahwa kunci keberhasilan penerapan SPMI terletak pada kesadaran guru akan tanggung jawabnya sebagai pendidik.

“Kesadaran ini menjadi modal utama bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan kepada peserta didik,” ujar Niam Wahzudik.

Sementara itu, anggota tim Muhammad Nazil Iqdami menambahkan bahwa kesadaran tersebut menuntut pendidik untuk lebih kreatif, adaptif, simpatik, dan empatik terhadap perkembangan siswa sesuai konteks sosial dan perubahan zaman.

“Guru harus bisa menjadi agen perubahan yang mampu menyesuaikan diri dengan teknologi dan tuntutan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya yang ada,” tegas Muhammad Nazil Iqdami.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif saat para guru menyampaikan kegelisahan terkait pelayanan akademik di tengah tantangan teknologi. Menanggapi hal tersebut, tim UNNES berkomitmen untuk terus mendampingi Yayasan Sekolah Annida Ya Fatimah dalam menjawab tantangan serta memajukan praktik pendidikan.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Yayasan Sekolah Annida Ya Fatimah hingga menjadi model bagi sekolah lain, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan.***

0Komentar

Tambahkan komentar
© Copyright - berita.babad.id

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • 085875035147
  • redaksibabad.id@gmail.com