TfCoBUA5GUO9GUA5BUM7TSAp
Anda cari apa?

Labels

Dipercaya Jadi Moderator ICOLTAP 2026, Nila Umi Salamah Dobrak Rasa Canggung di Panggung Internasional

Nila Umi Salamah, mahasiswa UNY asal Pati, dipercaya menjadi moderator dan sekretariat ICOLTAP 2026 kolaborasi UMK Malaysia dan UNY.

Nila Umi Salamah (paling kanan), mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) asal Pati saat jadi moderator pada International e-Conference on Language Teaching and Pedagogy (ICOLTAP) 2026.


YOGYAKARTA, BABAD.ID | Stori Loka Jawa – Nila Umi Salamah, mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) asal Pati, dipercaya menjadi moderator sekaligus student secretariat dalam ajang International e-Conference on Language Teaching and Pedagogy (ICOLTAP) 2026. Forum akademik internasional tersebut diselenggarakan oleh Faculty of Language Studies and Human Development Universiti Malaysia Kelantan (UMK) berkolaborasi dengan UNY.

Selain bertugas memoderasi salah satu sesi presentasi paralel, Nila menjalankan peran operasional dalam sekretariat mahasiswa, meliputi dukungan teknis, pencatatan kehadiran (attendance), hingga pengondisian ruang konferensi. Ia mengaku sempat merasakan canggung dan gugup sebelum acara berlangsung.

"Awalnya tentu ada rasa nervous, apalagi ini pertama kalinya saya dipercaya menjadi moderator dalam forum e-conference internasional. Tapi saya tidak ingin rasa nervous itu menghambat. Justru beberapa waktu sebelum conference saya mulai mempersiapkan mental, materi, speaking English, dan how I be confident," ujar Nila.

Pencapaian di kancah internasional tersebut tidak lepas dari rekam jejak kepemimpinan dan aktivitas organisasi yang dibina Nila sejak menempuh studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Walisongo Semarang. Selama di Semarang, Nila aktif di himpunan mahasiswa jurusan, lembaga eksekutif mahasiswa tingkat universitas, hingga memegang posisi pimpinan umum di lembaga pers mahasiswa. Ia pun berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dalam waktu 3,5 tahun sebelum melanjutkan studi S2 di UNY.

Nila Umi Salamah, mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) asal Pati. (dok pribadi)
Terkait bekal pengalaman organisasinya, Nila menjelaskan, "Pengalaman berorganisasi membuat saya cukup terbiasa untuk beradaptasi dengan lingkungan dan menghadapi berbagai karakter. Saya belajar bagaimana berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan menyesuaikan diri ketika bekerja bersama orang-orang yang memiliki cara berpikir yang berbeda.

"Di jenjang magister UNY, Nila semakin memperluas rekam jejak akademiknya dengan terlibat aktif dalam proyek riset bersama dosen. Salah satu program yang diikutinya adalah Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) mengenai implementasi pedagogi multikultural dalam pembelajaran Bahasa Inggris berorientasi deep learning untuk melestarikan budaya lokal di era digital. Selain itu, ia juga terlibat dalam penelitian mengenai microteaching dan pendidikan calon guru.

Pengalaman riset tersebut turut bermuara pada publikasi karya ilmiah, di antaranya penelitian mengenai motivasi dalam second language acquisition serta critical reading dalam English Language Teaching (ELT).

Tidak hanya bergelut di lingkungan kampus, pada 2026 Nila mendedikasikan pengetahuannya melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Emas Bumijo Kulon, Yogyakarta, guna memperkuat kemampuan English for Tourism dan pengembangan konten wisata lokal. Ia juga mendampingi penguatan kemampuan pemandu wisata di Museum Tani Jawa Indonesia Bantul melalui metode English-based storytelling.

"Menjadi pembelajar, pelajar, sekaligus pengajar adalah sesuatu yang sejak menjadi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris selalu saya nantikan dan persiapkan dari tahun ke tahun," kata Nila.


Ia menegaskan pentingnya pendekatan pembelajaran bahasa yang adaptif dan inklusif bagi masyarakat luas. "Saya semakin menyadari bahwa belajar bahasa Inggris seharusnya tidak selalu terasa berat. Saya ingin terus mencari cara agar bahasa Inggris bisa dipelajari dengan lebih enjoy, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari," lanjutnya.


Kiprahnya di ICOLTAP 2026 menjadi wujud nyata komitmennya untuk terus belajar dari level lokal hingga internasional. Dalam menapaki karier akademiknya, Nila senantiasa memegang prinsip Latin ad maiora natus sum, yang diartikannya sebagai dorongan untuk terus berusaha dan tidak ragu mengambil peluang yang lebih besar.


"Saya percaya bahwa semua orang yang sekarang sudah mahir juga pernah menjadi pemula. Karena itu, saya ingin terus belajar dan tidak takut untuk memulai," tutup Nila.

0Komentar

Tambahkan komentar
© Copyright - berita.babad.id

Info

  • Griya Lestari D3 12A, Ngaliyan, Kota Semarang
  • 085875035147
  • redaksibabad.id@gmail.com